Tradisi Sahur di Mancanegara

image

Tak hanya Indonesia, belahan Bumi lainnya ternyata juga menyimpan tradisi unik untuk menyambut sahur di bulan suci Ramadan.

Momen yang datangnya hanya setahun sekali ini selalu ditunggu umat Islam di seluruh dunia. Daya tariknya bukan hanya dari segi ibadahnya, tapi juga dari segi tradisi serta kemeriahannya yang begitu khas dan mungkin hanya dapat Anda nikmati di saat bulan suci Ramadan.

Berbicara tentang tradisi, tentu Indonesia jagonya. Berbagai macam cara dilakukan kaum muslim di negeri ini, mulai dari aneka macam ritual sampai kebiasaan khas Ramadan, di antaranya mandi untuk menyucikan diri, ngabuburit (jalan-jalan menjelang beduk berbuka), menziarahi makam leluhur serta kerabat, tradisi memukul beduk, sampai tradisi khas sahur.

Namun, di lain sisi, Indonesia bukan negara satu-satunya yang memiliki beragam tradisi khas di bulan Ramadan. Negara- negara di belahan Bumi ini pun memiliki tradisi unik tersebut, bahkan kebiasaannya tergolong orisinil dan sangat khas. Mau tahu tradisi Ramadan yang unik? Simak tradisi sahur yang kerap dilakukan di berbagai negara berikut ini.

» Sahur ala Maroko

Saat sahur, warga muslim Maroko memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan ringan, seperti oatmeal, yogurt, croissant, kurma, dan roti. Untuk minumannya mereka menghidangkan kopi, susu, dan teh mint. Cukup sederhana, tapi ketika waktu berbuka, umat muslim di Maroko cenderung menyajikan makanan yang lezat. Kurma selalu muncul bersama beragam jus, susu, kopi dan teh. Selain itu, orang-orang di sana makan sup khas Maroko yang disebut Hareera, bersama kue pastry madu Maroko yang disebut Shabakia. Hareera adalah sup berbasis tomat, yang merupakan menu berbuka harian selama Ramadan berlangsung.

» Mousaheratis, Irak dan Palestina

Sebenarnya, pada intinya, kegiatan sahur ini hampir menyerupai tradisi membangunkan sahur lainya. Namun, sayangnya, tradisi ini sudah hampir punah di Irak. Hanya beberapa yang mencoba mempertahankan tradisi ini.

Di masa lalu, masing-masing kampung memiliki mousaherati sendiri-sendiri. Biasanya anak-anak menyebutnya dengan jeritan kebahagiaan, tapi sekarang malah sebaliknya, masyarakat seperti enggan melakukannya lagi karena ketidakamanan situasi Irak belakangan ini.

Hal serupa dialami Palestina. Negara yang tengah dilanda konfl ik peperangan untuk kesekian kalinya dengan Israel ini juga memiliki tradisi membangunkan sahur yang unik. Biasanya sekelompok pemuda Palestina akan mengenakan pakaian tradisional setempat dan berkeliling menyusuri jalanjalan, mulai dari jalanan kota, masuk ke gang-gang kecil, hingga sudut-sudut permukiman warga sambil berteriak membangunkan sahur untuk kaum muslim di wilayahnya.

Selain berteriak, terkadang mereka membunyikan suara-suara bising, seperti kaleng, besi, ember, dan berbagai macam alat yang dapat mengeluarkan suara keras. Dahulu, tradisi ini pernah dilarang Israel yang menduduki Jerusalem, dan banyak pemuda yang ditangkap ketika menjalankan tradisi ini. Tetapi, geliat pelestarian tradisi ini kembali dihidupkan walaupun skalanya terhitung kecil.

» Tradisi Pukul Beduk, Turki

Di saat sahur di bulan Ramadan pun Turki memiliki tradisi unik untuk membangunkan orang sahur, yaitu dengan cara menggelar tradisi pukul beduk di lingkup permukiman sampai jalan kota.

Dengan adanya tradisi ini, warga Turki tak perlu khawatir tertinggal waktu sahur. Suara meriah dari tabuhan beduk yang dimainkan sekelompok pria ini memang terhitung bising, tapi bertujuan agar umat Islam bangun untuk sahur. Tradisi ini sudah berlangsung lama di negara ini. Jika berkunjung ke Turki, Anda akan menemukan suasana malam dini hari di bulan Ramadan terasa ramai dan sangat menarik untuk diamati.

» Bagarakan Sahur, Indonesia

Tradisi membangunkan sahur ini terdapat di Kalimantan Selatan. Bagarakan Sahur yang berarti membangunkan orang untuk bersahur merupakan aktivitas sekelompok pemuda Kalimantan Selatan yang bangun di tengah malam selama bulan puasa dengan tujuan membangunkan kaum muslim untuk makan sahur.

Pada era ‘60 hingga ‘70-an, Bagarakan Sahur menjadi hiburan rakyat yang populer setiap Ramadan. Saat itu, tak hanya besi tua yang menjadi alat yang dipukul, tetapi ditambah dengan suara seruling, gendang, dan gong. Alhasil, selain mudah terbangun oleh suara bising besi tua, warga merasa terhibur dengan suara suling dengan irama khas lagu-lagu Banjar. Seiring waktu berjalan, tradisi ini masih bertahan di beberapa wilayah walaupun tidak lagi menggunakan alat-alat tradisional.

» Mengetuk Pintu, Arab Saudi

Tradisi yang populer sejak 1.400 tahun silam ini merupakan tradisi membangunkan orang untuk sahur. Tradisi ini ditandai dengan arakarakan sejumlah pria menabuh gendang dan mengalunkan lagu-lagu klasik khas Arab sembari meneriakkan, “Ayo bangun sahur!”

Sambil berkeliling kampung, pria-pria itu juga suka mengetuk pintu-pintu rumah di sekitar tempat tinggalnya hanya untuk membangunkan atau mengingatkan jika waktu sahur tiba. Jika pemilik rumah tak bangun, mereka tak berhenti membangunkan atau menghentikan tabuhan gendang dan alunan lagu-lagu sampai pemilik rumah tersebut benar-benar bangun.

» Lodra, Albania

Setiap datang Ramadan, mereka akan menggelar kesenian yang dinamakan Lodra. Kesenian ini mirip dengan tradisi memukul beduk di Nusantara. Yang membedakan, kesenian beduk Lodra Albania ini menggunakan dua buah tabung yang masing-masing menggunakan kulit kambing dan domba. Alat pemukulnya menggunakan dua buah stik yang berbeda sehingga menghasilkan dua jenis suara yang berbeda pula.

Hal tersebut yang membuat beduk Albania ini khas dibanding beduk di negara kita. Lodra akan dikombinasikan dengan perkusi serta alat tiup lainnya sehingga Lodra mirip dengan iringan musik marching band. Biasanya Lodra beserta alat musik pelengkapnya ini kerap digunakan untuk mengiringi saat sahur (syfyr) atau berbuka puasa (iftar).

Sumber : koran jakarta

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s