Bagi yang bawa HP mohon dimatikan

Bawa HP ke Masjid

Dua orang santri polos sedang berlibur di daerah Gunung Kidul. Sebut saja namanya Jono dan Udin. Kebetulan hari itu adalah hari Jum’at. Hari dimana umat Islam melaksanakan kewajiban Shalat Jum’at.

Namun yang satu ini unik. Pasalnya Jono dan Udin ragu ketika hendak melaksanakan Sembahyang dua rakaat berjamaah itu.

Di Sebuah masjid yang Jono dan Udin hendak mengikuti jama’ah shalat, sang khotib sedang fasih-fasihnya berdalil, sementara mereka malah sibuk berdiskusi.

Udin: Jon, ketoke dewe rasido Jum’atan iki (Jon, kayaknya kita bakal gak jadi sembahyang Jum’atan ini).

Jono: Loh, kok??

Udin: Iyo, aku wedi Jon (Iya, saya takut Jon).

Jono: Kok wedi? Ga ono Teroris kok wedi (Kok takut? Gak ada teroris kok takut).

Udin: Aku wedi di pateni Jon (Saya takut dibunuh Jon).

Jono: Maksudmu !!!

Udin: iku lho, deloken nang tembok ono tulisan, “Ingkang betho HP nyuwun tulung dipateni” (Itu lho lihat di dinding ada tulisan “Bagi yang bawa HP mohon dimatikan).

Jono: Wah, ho’o din, aku yo gowo HP, waduh piye iki? Mlayu wae din timbang dewe mampang ndek koran (Wah, iya din, saya juga bawa HP, waduh, gimana ini? Lari aja yuk, daripada kita mampang di koran).

Sumber : NU Online

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s