seo-v-sem

Membandingkan Social Media Marketing dan Search Engine Marketing

Jika sedang membicarakan mengirimkan trafik ke situs Anda, ada banyak sekali cara untuk mendapat pengunjung. Dua hal utama yang sulit dilakukan oleh bisnis maupun personal adalah menginvestasikan waktu dan uang ke dalam pencarian (search) dan social media. Seringkali persoalannya adalah bagaimana menyakinkan orang bahwa hal tersebut penting agar bisnis bisa bertumbuh dengan subur. Kadang juga terjadi konflik untuk menginvestasikan lebih banyak pada salah satu strategi marketing, atau hanya memilih salah satunya saja.

Kenapa Search Engine bisa mengalahkan Social Media

Pertama-tama, mari kita lihat beberapa alasan kenapa Anda mungkin lebih baik memilih search engine marketing dibandingkan dengan social media marketing.

Lebih banyak orang mencari bisnis melalui pencarian (search)

Kebanyakan dari kita memiliki sebuah kebiasaan yang sama. Saat Anda sedang mencari sesuatu, mulai dari jasa servis AC, handphone baru, sampai ke guru les bahasa yang baru, dimana Anda akan mulai mencarinya? Kemungkinan besar, Anda akan mencari di mesin pencari (search engine) seperti Google, Yahoo, Bing, Ask, atau banyak lagi pilihan yang tersedia.

Sebuah laporan dari Econsultancy menyatakan bahwa 61% konsumen menggunakan mesin pencari untuk meriset tentang suatu produk sebelum membelinya. Yang artinya jika Anda ingin bisa ditemukan oleh pelanggan ,maka Anda harus memiliki ranking yang baik dalam kata kunci (keyword) yang Anda targetkan.

Ketahuliah Apa yang dicari oleh Orang-orang

Saat membahas tentang mesin pencari (search engine), walaupun angkanya tidak benar-benar tepat, Anda memiliki banyak sekali pilihan tool yang bisa digunakan untuk meriset apa yang sedang dicari oleh orang-orang. Google AdWords Keyword Tool adalah salah satu yang bagus untuk memulai proses ini. Mungkin kata kunci “pet supplies” tidak benar-benar mendapat pencarian sebanyak 1 juta setiap bulannya, Anda tetap akan tahu bahwa “pet supplies” merupakan kata kunci yang lebih populer daripada “pet supply” yang hanya dicari sebanyak 380.000 setiap bulannya.

Cari Cara untuk Muncul di Halaman Hasil pencarian

Jika Anda tidak bisa mencapai puncak dengan menggunakan hasil pencarian organik (organic search results), Anda tetap bisa membeli tempat di bagian sponsored link Google menggunakan Google AdWords.

Dalam pencarian untuk “printer ink”, dua domain yang tidak ada dalam hasil pencarian organic (organic search results) muncul di dua tempat teratas. Walaupun hasil pencarian organik akan mendapat lebih banyak klik, berada di halaman pertama masih lebih baik daripada tidak terlihat sama sekali.

Keuntungan lebih dari membayar untuk berada di hasil pencarian adalah Anda bisa meng-kustomisasi kemunculan Anda di hasil pencarian. Daripada memunculkan judul situs dan deskripsinya yang digunakan di hasil pencarian organik, Anda bisa menggunakan sesuatu yang langsung menunjukkan penjualan jika menggunakan sponsored results. Sebagai contoh, perusahaan yang berada di urutan kedua di hasil pencarian organik juga memiliki Cyber Moday sale dalam hasil sponsor di sebelah kanan.

Kenapa Social Media bisa mengalahkan Search Engine

Sekarang, mari kita lihat bagaimana social media marketing dapat mengalahkan search engine marketing.

Rekomendasi dari teman bisa terjadi hanya dengan satu klik untuk Like

Dalam laporan yang sama dari Econsultancy yang disebutkan diatas, mereka menyatakan bahwa 75% orang berumur 18-26 tahun menggunakan rekomendasi dari social media untuk meriset sebelum membeli sebuah produk. Salah satu sisi terbaik dari social media adalah sekali Anda sudah dikenal di Facebook, Google+, atau Twitter, maka rekomendasi akan terjadi saat seseorang me-like page Anda, mention di Twitter, atau Tag untuk nama brand Anda. Saat seseorang melakukan salah satu hal diatas, teman dan koneksi mereka akan melihatnya, yang tentuny a akan membantu bisnis Anda diketahui oleh lebih banyak orang.

Bisa merespon pada kritik secara langsung

Salah satu masalah terbesar saat mengandalkan hasil pencarian selain tidak muncul sama sekali, adalah munculnya sesuatu yang negatif tentang bisnis Anda. Usaha untuk mengatur reputasi di dunia online adalah tugas yang sulit, karena adanya laporan yang tidak benar, review yang buruk, dan artikel lain yang bisa merusak reputasi sebuah bisnis. Sayangnya, sulit untuk menghindari hal-hal tersebut untuk muncul di hasil pencarian.

Kapanpun Anda mendapat kritik di social media, Anda memiliki kesempatan untuk mengubah komplain tersebut menjadi pujian dengan cara merespon secara langsung. Banyak informasi yang bisa membantu sebuah bisnis untuk belajar bagaimana cara membuat rencana, menemukan, dan merespon kritik di dunia social media. Mengetahui cara untuk melakukannya merupakan hal yang penting untuk menunjukkan seberapa peduli Anda pada kepuasan konsumen pada pelanggan setia Anda.

Cari cara untuk muncul di depan target audiens Anda

Berkat Facebook Advertising, StumbleUpon Ads, Promoted Tweets, dan cara periklanan di social media yang lain, kita sebagai pemilik bisnis bisa menyampaikan konten langsung di depan audiens di social media. Ini merupakan cara hebat untuk menciptakan trafik bagi situs Anda, fans untuk halaman Facebook, dan kemunculan pesan Anda di platform social media yang lain.

Kenapa Anda harus berinvestasi dalam keduanya sekaligus

Mungkin setelah membaca poin-poin diatas, Anda sudah yakin bahwa salah satu cara lebih baik dari yang lain, tapi, ada satu alasan kuat kenapa Anda harus menginvestasikan uang, waktu, dan usaha kedalam keduanya. Anda tentunya tidak ingin menyerahkan segala sesuatunya hanya dalam satu wadah bukan? Bagaimana jika wadah yang Anda pegang gagal mencapai sasarannya?

Jika Anda sudah memakai Google Analytics dalam situs Anda, coba lihatlah sekarang. Masuk kedalam menu Traffic Sources > Sources > All Traffic. Lalu lihatlah lima source teratas, apakah Anda ingin kehilangan salah satunya?

Coba lihat salah satu sumber trafik untuk melihat persentase pengunjung yang dihasilkan sumber (source) tersebut ke situs Anda.

Dalam gambar diatas Google (40.1%), t.co (Twitter – 4.54%), StumbleUpon (3.2%), dan Facebook (2.47%) adalah sumber yang teratas untuk 30 hari terakhir. Tentunya, jika itu adalah milik situs Anda, tidak mungkin Anda ingin kehilangan salah satunya! Jika kehilangan Google, maka Anda akan kehilangan lebih dari 10.000 pengunjung setiap bulannya.

Mungkin Anda akan lebih tertarik untuk melihatnya menggunakan pilihan Compare to Past dalam dropdown menu.

Sekarang kita bisa lihat bawah dalam bulan ini dan bulan lalu, hasil pencarian sudah berubah. Dalam perbandingan ini, kita lihat bahwa trafik dari search engine menurun.

Dan trafik dari Twitter meningkat.

Mungkin angka yang Anda temukan akan bervariasi, tapi untuk mendapat trafik yang seimbang, Anda harus berinvestasi dalam mesin pencari dan social media.Sehingga jika salah satunya mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan, Anda bisa menambah usaha Anda di area yang lain, agar pengunjung yang datang ke situs Anda tidak hilang sama sekali.

Apakah mungkin untuk kehilangan satu sumber trafik seutuhnya? Tentu saja! Bayangkan jika 80% trafik Anda bersumber dari Google, dan situs Anda terkena update Panda yang membuat domain di hasil pencarian teratas kehilangan 36% dari 86% posisi kata kunci mereka. Tanpa trafik yang datang dari sumber lain, Anda akan berada dalam masalah besar!

Tapi jangan jadikan ketakutan akan kehilangan salah satu sumber menjadi satu-satunya alasan Anda untuk membagi antara social media dan mesin pencari. Pada kenyataanya, search engine marketing bisa membantu dalam social media marketing dan sebaliknya.

Sumber : http://startupbisnis.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s