Kisah Kelahiran Uber, Aplikasi Pengguncang Industri Taksi

Kisah Kelahiran Uber, Aplikasi Pengguncang Industri Taksi

Kopi-Paste.Nih – Nama Uber belakangan banyak diperbincangkan, terutama karena model bisnisnya yang mengguncang industri taksi. Seperti apa kisah menarik penciptaan Uber ini?

Uber yang diciptakan oleh dua pria bernama Travis Kalanick dan Garret Camp sebenarnya tidak tepat kalau disebut perusahaan taksi. Aplikasi Uber pada dasarnya menghubungkan calon penumpang dengan mobil rental atau mobil pribadi yang ingin disewakan.

Uber yang saat ini beroperasi di 300 kota di 58 negara menawarkan tarif yang lebih rendah dari taksi konvensional. Keunggulan itu, di samping bisa dipesan dari mana saja dan kapan saja, membuat layanan Uber banyak diminati dan mengambil pasar taksi konvensional.

Jadi bagaimana awal kelahiran Uber? Tahun 2008, di malam bersalju kota Paris, Kalanick dan Camp yang sedang menghadiri sebuah konferensi kesulitan mendapat taksi. Tercetus ide di kepala mereka untuk menyelesaikan masalah semacam itu dengan aplikasi baru yang revolusioner. Intinya sederhana saja, akses aplikasi itu dan dapatkan mobil sewaan.

Cerita itulah yang banyak disebut sebagai awal kelahiran Uber. Tapi ternyata tak sepenuhnya benar. Sejatinya, Kalanick dan Camp pada waktu itu menghadiri konferensi teknologi bertajuk LeWeb di Paris. Mereka punya cukup uang dan mencari ide bisnis baru.

Kalanick baru saja menjual startup buatannya yang bernama Red Swoosh senilai USD 20 juta pada Akamai Technologies. Sedangkan Camp juga menjual perusahaannya yang bernama StumbleUpon senilai USD 75 juta pada eBay.

Kalanick dan Camp berbincang dengan para entreprenur lain untuk mencari ide baru. Salah satunya adalah aplikasi penyewaan mobil. Tapi ide aplikasi itu dianggap kurang menarik dibanding ide yang lain.

Sekembalinya ke San Francisco, Kalanick sudah agak melupakan ide penyewaan mobil itu, tapi tidak dengan Camp. Ia terobsesi dengan ide itu, kemudian membeli nama domain UberCab.com.

Ketakutan Kalanick

Pada saat itu, Kalanick sebenarnya sedang cemas sehingga ia takut memulai bisnis baru. Soalnya, dua perusahaan startup yang dia dirikan kurang sesuai harapan. Dia tak ingin gagal lagi, terlebih usianya semakin tua.

“Aku sudah menjalani delapan tahun yang sungguh berat sebagai entrepreneur. Jadi aku belum siap,” kata Kalanic seperti dikutip detikINET dari Vanity Fair, Jumat (26/6/2015).

Kalanick memang ingin jadi pengusaha teknologi sukses, bahkan dia memilih drop out dari University of California di Los Angeles demi mengejar mimpinya. Tapi waktu itu, di usia lebih dari 30 tahun, dia merasa belum berhasil.

Tapi Camp akhirnya berhasil meyakinkan Calanick. Layanan UberCab pun lahir di San Francisco pada tahun 2010 dengan dana terbatas dan sedikit karyawan. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini, di mana pengguna tinggal memanggil taksi dan membayar dengan kartu kredit, membuatnya mulai dilirik.

Cobaan pertama datang di bulan Oktober 2010. San Francisco Municipal Transportation Agency mempermasalahkan penggunaan kata cab atau taksi di UberCab. Soalnya, mereka tidak beroperasi dengan lisensi taksi.

Perusahaan yang masih muda ini akhirnya menghilangkan Cab sehingga namanya jadi Uber saja. Tak lama kemudian, pendanaan berdatangan. Februari 2011, Uber mendapat investasi USD 10 juta dari Benchmark yang membuat nilai perusahaan jadi USD 60 juta.

Periode pendanaan selanjutnya pada Oktober 2011 menarik nama investor besar. Uber pun semakin membesar dan pada tahun 2014 sudah bernilai diperkirakan USD 17 miliar.

Begitulah, kini Uber sudah beroperasi di banyak kota di seluruh dunia dan menjadi andalan banyak orang untuk bepergian. Tapi protes pada mereka tak juga berhenti, terutama dari para sopir dan perusahaan taksi yang menganggap Uber ilegal.

“Saya pikir mereka adalah pencuri. Mereka mulai dengan beroperasi secara ilegal, tanpa menaati regulasi dan tidak berkompetisi dengan fair. Itulah sebabnya mereka menjadi besar,” kata Barry Korengold, presiden San Francisco Cab Drivers Association.

Cukup banyak pula kasus pengemudi nakal Uber, bahkan di India sempat ada pemerkosaan yang dilakukan pengemudi Uber. Tapi meskipun banyak halangan, Uber tetap tak henti berekspansi dan tetap dianggap sebagai perusahaan yang inovatif.

Sumber : Detik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s